Sep 15

Peran teknologi informasi (TI) dalam menunjang bisnis rupanya sudah semakin tinggi. Boleh dikata sekarang jarang sekali bisnis yang tidak dikelola dengan TI. Mulai dari bisnis kecil sampai besar. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan teknologi informasi sangat membantu perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efektif dan efisien.

Namun tidak semua perusahaan mampu membeli TI dengan segenap infrastrukturnya. Ada yang berusaha mengadakan, misalnya dengan implementasi secara bertahap atau malah ada yang menggunakan versi ilegal, yaitu dengan menggunakan software-software bajakan. Sebagian yang lain memilih tidak menggunakan TI alias menunda penggunaan TI. Ironisnya sangat banyak perusahaan yang memilih cara ilegal, yaitu dengan menggunakan software-software bajakan.

Mereka berasumsi bahwa pembelian hardware-hardware saja sudah sangat mahal dan tidak rela membeli software yang ternyata lebih mahal namun bentuknya pun tidak nyata. Belum lagi kurangnya pengetahuan tentang lisensi dan legalitas software yang dipakainya. Bukankah software-software tersebut dijual dengan bebas di lapak-lapak? Harganya toh cuma 25,000 s/d 50,000 rupiah per keping CD. Kebanyakan mereka berasumsi bahwa membeli CD tersebut berarti sudah resmi membeli software yang ada di dalamnya.

Continue reading »

Tagged with:
Jul 28

Posting ini diambil dari: “Memang Harus Pakai Linux” (dewo.wordpress.com)

Kemarin kami ngobrol dengan vendor SIM yang secara keseluruhan menggantungkan teknologinya di platform Windows. Secara tampilan bagus sekali. Apalagi ketika menampilkan BI (business intelligent) yang sangat atraktif tampilannya. Sangat mirip dengan dashboard mobil ketika menampilkan grafik-grafik data.

Namun kemudian diskusi tidak lagi mengarah ke software lagi, tetapi lebih mengarah ke kehandalan platform. Seperti diakui oleh vendor tersebut, salah satu client-nya pernah bermasalah besar dengan virus. Dan itu sangat sulit sekali diatasi. Bahkan sistem harus down selama beberapa hari.

Dan kemudian kami secara diam-diam sepakat bahwa “mungkin” Windows bukan solusi terbaik bagi sistem informasi perusahaan. Walau pun secara terbuka kami harus mengakui bahwa Windows adalah solusi yang “mudah, cepat dan indah” bagi implementasi sistem informasi. Tapi ketika sistem informasi menjadi tulang punggung perusahaan berskala besar, apakah mampu?

Continue reading »

Tagged with:
Jun 09

Sudah beberapa tahun ini saya menggunakan sistem operasi Ubuntu yang open source. Walau pun di notebook saya juga bercokol MS Windows Vista resmi, namun saya lebih banyak menggunakan Ubuntu dari pada Vista. Alasan saya sangat sederhana, yaitu karena Ubuntu lebih gegas dan juga lebih aman.

Dibanding Vista, kecepatan Ubuntu memang terasa sangat gegas. Jika loading Vista saja sudah memakan waktu beberapa menit, maka loading Ubuntu cuma memakan waktu beberapa detik. Demikian pula dengan loading aplikasi yang akan kita jalankan. Di Vista rasanya bagaikan siksaan. Apalagi jika kita sedang diburu-buru oleh waktu. Pasti sangat menjengkelkan bila ngotot menggunakan Vista.

Namun yang terpenting adalah karena Ubuntu termasuk sistem operasi yang aman. Sedikit sekali malware (virus, trojan, worm, dll) yang mengganggu Ubuntu. Atau malah boleh dibilang amat-sangat jarang. Malahan saya tidak memasang aplikasi anti-malware semacam antivirus di Ubuntu. Ini sangat kontras dengan Sisop Windows. Saya harus sangat extra dalam memproteksi Vista saya. Saya tidak mau beresiko dengan semua data yang ada di notebook.

Pada akhirnya, saya lebih memilih menggunakan Ubuntu. Banyak waktu, pikiran dan tenaga yang terbuang saat saya menggunakan Vista. Dan saya ingin itu semua dapat disalurkan ke hal-hal yang lebih produktif. Pilihan saya menggunakan Ubuntu adalah pilihan yang tepat. Bahkan saya tidak perlu membeli Ubuntu. Bisa langsung dibandingkan dengan Vista yang harganya sangat mahal itu.

Oh iya, masih banyak distro (distribusi) selain Ubuntu yang juga terkenal sangat baik untuk menggantikan Windows. Sebut saja Mandriva, SuSe, Fedora, dan masih banyak lagi. Hampir semuanya bebas (dan gratis).

Tagged with:
preload preload preload